Kamis, 16 November 2017


TUGAS SOFTSKILL

SDM dan Organisasi di PT. DJARUM, Tbk

v  Profil Perusahaan
PT Djarum adalah sebuah perusahaan rokok di Indonesia. Perusahaan dulunya merupakan perusahaan perorangan yang didirikan olej Oei Wie Gwan. Kini perusahaan ini telah menjadi perusahaan perseroan yang bersa di Indonesia. Perusahaan ini memiliki 5 nilai inti dalam mengembangkan perusahaan antara lain fokus pada pelanggan, profesionalisme, organisasi yang terus belajar, satu keluarga, serta tanggung jawab sosial. Rokok kretek pada mulanya ditemukan oleh H. Djamhari tahun 19880 di Kota Kudus. Inilah sebabnya mengapa Kudus disebut Kota Kretek. Ketika itu, H. Djamhari adalah seorang perokok. Ia pun sering kali merasa sesak napas. Saat ia merasa sesak, kemudian ian menggunakan minyak cengkeh untuk mengobati sesaknya tersebut. Hingga suatu saat ia mencoba meracik daun tembakau dengan daun the untuk ia rokok. Hasilnya, percobaan tersebut memuahkan hasil yaitu rokok kretek. Disebut rokok kretek karena letupan api yang membakar cengkeh menghasilkan bunyi tek-tek-tek.
Perusahaan rokok kretek Djarum sendiri mulai berdiri pada 25 Agustus 1950 engan bantuan 10 pekerja. Oei Wie Gwan, mantan agen rokok Minak Djinggo yang ada di Jakarta, awalnya memasok roko untuk Dinas Perbekalan Angkata Darat. Tahun 1955 kemudian Djarum mulai memperbanyak produksi serta memperluas pemasarannya. Produksi PT Djarum ini pun kemudian semakin besar setelah perusahaan ini menggunakan mesin pelinting serta mesin pengolah tembakau. PT Djarum mengolah serta menghasilkan produk rokok kretek dan cerutu. Ada tiga jenis rokok yang kita kenal selama ini. Pertama, Cerutu yang terbuat dari daun tembakau kemudian dibungkus juga dengan daun tembakau. Kedua, rokok putih yang terbuat dari daun tembakau kemudian dibungkus dengan kertas sigaret. Ketiga, rokok kretek yang terbuat dari tembakau dengan ditambah daun cengkeh kemudian dibungkus dengan kertas sigaret. Dalam sehari, PT Djarum dapat menghasilkan omset sekitar Rp 23,66 milyar. Sasaran pemasarannay sendiri bukan hanya di Indonesia saja tapi juga ke negara lain seperti Austria, Prancis, Polandia, Spanyol, Turki, Portugal, Belanda, Belgia, Jerman, Luxemburg, Jepang, Kanada, Brazil, Malaysia, Usa dan beberapa negara lainnya.
Visi dan Misi PT. Djarum
To satisfy the global smoker’s needs 
Visi : "Menjadi yang terbesar dalam nilai penjualan dan profitabilitas di industri rokok Indonesia".

Misi : "PT.Djarum hadir untuk memuaskan kebutuhan merokok para perokok”.



v  Struktur Organisasi






















Penjelasan Struktur Organisasi PT DJARUM
Dalam tiap divisi yang ada pada PT DJARUM, terdiri dari beberapa level, antara lain sebagai berikut :
·      Level 1: Direktur.
·      Level 2: Senior Manajer.
·      Level 3: Manajer.
·      Level 4: Officer.
·      Level 5: Staff.
·      Level 6: Clerk/Operations.
·      Level 7: Non Clerk.



v  Deskripsi dan Spesifikasi Tugas

Berikut adalah tugas dan wewenang dalam struktur organisasi yang ada pada PT Djarum :
·      Chief Executive Officer
Chief Executive Officer merupakan seseorang yang bertugas untuk memimpin perusahaan dan bertanggung jawab atas kestabilan perusahaan.
·         Strategic Affairs
Bagian ini memiliki tugas dan wewenang sebagai perencanaan strategis didalam menghadapi berbagai macam tantangan baik eksternal maupun internal yang dapat menentukan maju mundurnya perusahaan PT Djarum didalam menghadapi berbagai hambatan.
·      Chief Operating Officer
Chief Operating Officer merupakan seseorang yang bertanggung jawab atas operasional harian dalam sebuah perusahaan
·      Public Affairs
Bagian perusahaan yang bertugas untuk mengurusi hubungan perusahaan dengan pemerintah, menangani apakah perusahaan sudah sesuai dengan kebijakan pemerintah.
·      SCM
Bagian ini memiliki tugas dan wewenang untuk merencanakan produksi serta persediaan serta melakukan distribusi ke cabang-cabang PT Djarum
·      QMS
Bagian ini memiliki tugas dan wewenang untuk memeriksa qualitas barang yang diterima dari supplier apakah sesuai denganspesifikasi untuk kemudian dimasukan sebagai kategori: unrestricted stock ataupun blocked stock.
·      Corporate Communication
Bagian ini memiliki tugas dan wewenang didalam mengkoordinasikan aktivitas-aktivitas berkaitan dengan komunikasi baik yang berhubungan dengan media atau publik.
·      Business Development
Bagian ini memiliki tugas dan wewenang didalam merencanakan perkembangan PT Djarum didalam menghadapi berbagai tantangan yang berasal dari dalam maupun dari luar PT Djarum.
·      Business Technology
Bagian ini memiliki tugas dan wewenang didalam menyiapkan arsitektur, customizing, serta hal yang berkaitan dengan perencanaan kesiapan didalam menghadapi perkembangan teknogi yang semakin pesat serta kebutuhan- kebutuhan customizingdidalam menghasilkan aplikasi yang efektif, efisien dan user friendly.
·      Production
Bagian ini memiliki tugas dan wewenang didalam merencanakan produksi baik produk setengah jadi maupun produk jadi yang berkualitas tinggi sehingga dapat memenuhi permintaan baik dari pihak eksternal (konsumen/end user) maupun dari permintaan internal (cabang-cabang)
·      Finance
Bagian ini memiliki tugas dan wewenang terhadap penerimaan dan pengeluaran kas, sehingga dengan adanya divisi ini keuangan di PT Djarum dapat terkelola secara optimal serta pencatatan dapat tersimpan dengan baik.
·      Marketing
Bagian ini memiliki tugas dan wewenang untuk mengidentifikasi kebutuhan pangsa pasar sehingga PT Djarum dapat memberikan kepuasan terhadap pelanggan melalui peningkatan kualitas dan kuantitas produk yang dihasilkan PT Djarum.
·         Purchasing
Bagian ini memiliki tanggung jawab untuk melakukan pembelian semua material dan barang yang dibutuhkan untuk proses produksi dan material lain yang dibutuhkan oleh perusahaan.
Di dalam bagian purchasing dibagi lagi menjadi :
o   Warehousing
Bagian ini memiliki tugas dan wewenang terhadap penerimaan barang yang telah dikirimkan oleh pihak supplier di dalam proses penyimpanannya serta menentukan apakah barang tersebut dikategorikan sebagai barang Unrestricted Used ataupun Block Stocked.
o   Purchaser
Bagian ini memiliki tugas dan wewenang didalam memenuhi kebutuhan bahan baku yang berkualitas tinggi yang digunakan untuk keperluan produksi didalam menghasilkan rokok dengan standart yang tinggi. Dimana divisi ini juga mengatur, merencanakan serta , menetukan pembelian yang memang sesuai dengan kebutuhan / keperluan PT Djarum.
o   Administration
Bagian yang membuat laporan data pembelian dan menganalisis data pembelian.



v  Sistem Penggajian

Sistem Pengupahan pada industri rokok cukup bervariasi sesuai dengan tingkat /status tenaga kerja yang bersangkutan. Sistem penggajian di PT. DJARUM dibedakan menjadi 3 jenis :
·         Upah bulanan, Upah ini diberikan berdasarkan tingkat pendidikan/kualitas tenaga kerja. Jenis upahini sama dengan upah yang lazimnya diterima oleh pagawai tetap pada industriindustri lain. Apabila pekerja tidak hadir,maka upahnya tidak akan mengalami perubahan apapun.
·         Upah harian diberikan berdasarkan hari kerja setiap mereka masuk kerja. Apabila pekerja tidakdapat hadir, maka ia akan kehilangan hak atas upah pada hari tesebut, kecuali jikamereka ijin tetap mendapatkan bayaran asal tidak melebihi jumlah yang ditetapkanperusahaan.
·         Upah borongan diberikan berdasarkan berdasarkan jumlah produksi / satuan hasil yang dihasilkan pekerja. Untuk jenis upah ini, pekerja tidak akan mendapatkan upah seperti yangdisepakati apabila pekerjaan yang diborongkan tidak selesai pada waktu yang ditentukan.
Penetapan standar upah bagi pekerja borongan dan harian diatur melalui melaluiPersatuan Pengusaha Rokok Kudus (PPRK) dengan memperhatikan kemampuan dankepentingan seluruh anggota serta standar biaya hidup di daerah tersebut. Dalam industri rokok antara pekerja pria dan wanita terdapat kesetaraan inxupah/tidak adanya deskriminasi antara pria dan wanita untuk pekerjaan yang sama nilainya.PT. Djarum membagi tenaga kerjanya dalam 3 status, yaitu:
·         Tenaga Kerja Borongan (buruh langsung), terdiri dari:
o  Buruh giling / linting sigaret
o  Buruh pembungkusan/contong.
o  Buruh pengepakan.
o  Buruh batil.
·         Tenaga Kerja Harian (buruh tidak langsung), terdiri :
o  Buruh sortir.
o  Buruh rajang cengkeh.
o  Tenaga administrasi.
·         Tenaga Bulanan, terdiri dari :
o  Tenaga administrasi.
o  Tenaga manajerial.  



#Komentar
Karena masalah tenaga kerja adalah masalah yang rawan konflik maka untuk perusahaan dan para petinggi agar selalu memperhatikan hak-hak dari tenaga kerja itu sendiri, karena sesungguhnya tenaga kerja adalah mitra bagi perusahaan dan merupakan aset utama dalam menentukan sukses tidaknya perusahaan tersebut.
Oleh karena itu perlindungan dan kesejahteraan tenaga kerja harus dijaga sebaik- baiknya. Bagi pemerintah diharapkan untuk memperhatikan kemakmuran daripada tenaga kerja melalui program-program yang akan menjamin kehidupan sosial dan akan berdampak baik bagi tenaga kerja itu sendiri.




Tidak ada komentar:

Posting Komentar